Rantauprapat, Radarkriminaltv.com – Dugaan Korupsi yang menguap dari Desa Sei Sanggul Kecamatan Panai Hilir berembus kencang negara dirugikan milyaran Rupiah, hal itu berdasarkan temuan LPPN Labuhanbatu dan informasi masyarakat dan dari penuturan pejabat daerah Labuhanbatu tapi sayang aparat seperti tutup mata atau bermain mata, hal ini akan menjadi dumas LPPN Labuhanbatu, Rabu 03 Juni 2026.
Surat permohonan pemeriksaan dari LPPN Kabupaten Labuhanbatu telah dilayangkan ke Bupati Labuhanbatu, Inpektorat dan PMD beberapa minggu lalu, namun mereka berjanji akan memberi jawaban tertulis dalam 2 minggu, Ketua LPPN Labuhanbatu Hasanuddin Hasibuan SH menyatakan “kami tunggu jawabannya dan hasil pemeriksaannya nanti juga tetap akan dimintakan APH, dalam memenuhi berkas penyelidikan setelah dumas kami masuk”, ujarnya.
Dugaan Korupsi Kepala Desa Sei Sanggul telah dilakukan audit data oleh tim independen dan berpotensi kerugian negara milyaran rupiah, bahkan lebih parah dari Desa Bandar Kumbul yang telah vonis dan Kepala Desa meninggal di penjara akibat korupsi yang dilakukannya menggerogoti kehidupannya.
Berbagai bantuan, operasional dan infrastruktur Dana Desa Sei Sanggul diduga telah di tilap mulai dari tahun 2021 Rp 1.351
504.690_ tahun 2022 Rp 1.394.104.310,_ tahun 2023 Rp 1.299.066.310,_ tahun 2024 Rp 1.288.118.690,_ tahun 2025 Rp 650.335.000,_ dari kucuran dana desa ini diduga telah di selewengkan milyaran rupiah.
Dari perhitungan audit data independen.
Dalam rangkuman cepat indepeden, sumber yang di salah gunakan baik bantuan PKH,Bansos, Kegiatan Sosial dan infrastruktur mencapai milyaran rupiah karena yang tersalurkan tidak mencapai 60 % dari nilai anggaran, maka selayaknya APH harus bersikap dan menindak sesuai surat dumas yang di ajukan LPPN ke APH.
Ketika hal ini di konfirmasi kepada Kepala Desa Sei Sanggul Sahrijal, malah menanggapinya gelagapan mendapat jawaban yg aneh aneh tidak nyambung dengan yg dipertanyakan “Dengan siapa ini,apa siapa apa saya lupa, apa masalah saya dengan abang, abang siapanya” , jawabnya, padahal dalam konfirmasi jelas nama dan darimana, serta pertanyaan tdk nyambung dengan jawabannya, seakan akan kita konfirmasi atas pesanan.
(Tim/HH)













