Dugaan Penyelewengan Dana Kesehatan Puskesmas Perlayuan Kini Menjadi Perbincangan Hangat Di Kalangan Publik

Labuhanbatu, Radarkriminaltv.com – Dugaan penyelewengan Dana Kesehatan Puskesmas Perlayuan Kec. Rantau Utara Kab. Labuhanbatu kini menjadi perbincangan hangat di kalangan publik Senin, (27/04/2026).

 

Berdasarkan hasil investigasi, dana BOK dan JKN yang semestinya dipergunakan untuk mendukung layanan kesehatan masyarakat justru diduga diselewengkan untuk kepentingan pribadi maupun penggunaan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan. YI yang menjabat sebagai Kepala Puskesmas Perlayuan diduga memiliki peran dominan dalam pengambilan kebijakan.

 

Kasus ini menuai keprihatinan luas dari masyarakat. Dana kesehatan dianggap sebagai salah satu instrumen vital untuk mendukung pelayanan dasar, terutama di daerah dengan keterbatasan fasilitas medis. Dugaan penyalahgunaan anggaran tersebut dinilai sangat mencederai kepercayaan publik.

 

Kasus dugaan korupsi dana kesehatan ini sekaligus menegaskan pentingnya transparansi, akuntabilitas, serta integritas aparatur sipil negara dalam mengelola anggaran yang bersentuhan langsung dengan kepentingan masyarakat luas.

Jika terbukti bersalah di pengadilan, kedua tersangka terancam hukuman pidana penjara serta kewajiban mengembalikan kerugian negara.

 

Adapun dugaan penyelewengan anggaran dana BOk Puskesmas perlayuan tahun 2025 sebagai berikut:

 

Ambulance perlayuan 1

Tapi setahun baterai sampe 4 dgn Harga satuan ny Rp. 2.038.100 x 4 unit jd total nya 8 jutaan, Service kendaraan roda 4 (4 kali setahun) jumlah nya 3,7 juta

 

Kertas sampe 200 rim senilai 15 juta

 

Obat Rp. 30.000.000

BMHP Rp. 14.742.600

 

Cetak spanduk nya 194 meter Rp. 6.266.200 (ini mana aja spanduknya sampe 6 jt an)

 

Snack buk 330 kotak Rp. 17.000

Total Rp. 5.610.000

Nasi kotak 200 kotak Rp. 47.000

Total 9.400.000

 

Pemeliharaan gedung Rp. 25.137.000

 

Komputer PC 3 unit Rp. 9.000.000 total Rp. 27.000.000

 

Saat awak media mencoba mengkonfirmasi kepala puskesmas perlayuan Yi melalui Whatsapp WA tiba – tiba berubah menjadi ceklis 1 atau tidak aktif, sampai jurnalis mencoba dari whatsapp rekan satu lagi ternyata aktif, dapat di duga bahwa whatsapp awak media telah di blokir.

 

Sampai berita ini di layangkan belum ada tanggapan dari kepala puskesmas perlayuan, dan team akan mengambil langkah untuk menempuh jalur hukum jika nantinya di perlukan. (Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *