Cahaya Tak Boleh Padam: Aksi 1000 Lilin Tuntut Keadilan untuk Agnis Jance Zebua

MEDAN, Radarkriminaltv.com – Koordinator Gerakan Masyarakat Peduli Keadilan, Nico Septian Butar Butar, memimpin Aksi Solidaritas 1000 Lilin untuk Agnis Jance Zebua di Bundaran SIB Kota Medan, Sabtu 27/6/2026 malam. Ratusan massa berkumpul membawa lilin sebagai simbol harapan agar Polri segera memberikan kepastian hukum atas kasus pembunuhan siswi SMKN 1 Alasa Talumuzoi yang terjadi 15 Mei 2026.

 

Aksi damai dimulai pukul 19.00 WIB. Peserta menyalakan lilin bersama, diiringi doa dan orasi. Suasana berlangsung khidmat dan tertib hingga selesai pukul 21.00 WIB tanpa insiden.

 

“Ini suara hati masyarakat”

Dalam orasinya, Nico menegaskan aksi ini bukan seremonial belaka.

“Ini bukan sekadar aksi seremonial. Ini adalah suara hati masyarakat yang menuntut kejelasan dan kepastian hukum. Jangan biarkan keadilan berjalan di tempat sementara keluarga korban terus menunggu jawaban,” tegas Nico di hadapan massa.

 

Ia meminta aparat penegak hukum menyampaikan perkembangan penanganan perkara secara terbuka kepada keluarga korban dan publik. Menurut Nico, keterbukaan informasi dan profesionalisme Polri adalah kunci menjaga kepercayaan masyarakat.

 

Dukungan Elemen Masyarakat

Aksi ini mendapat dukungan lintas elemen:

 

1. Melinus Ndruru, Bendahara GMNI Kota Medan:

“Ketika masyarakat mempertanyakan perkembangan sebuah perkara, itu bukan bentuk perlawanan terhadap hukum, melainkan bentuk kepedulian agar hukum benar-benar bekerja untuk rakyat.” Ia meminta Polri menunjukkan komitmen dan profesionalisme.

 

2. Harefali Giawa, Ketua GMN Bersatu Sumut:

Menyebut 1000 lilin sebagai gerakan kemanusiaan. “Perjuangan memperoleh keadilan adalah hak setiap warga negara. Kepedulian publik terhadap kasus Agnis Jance Zebua adalah tanggung jawab moral bersama.”

 

3. Hendra Prasetyo Hutajulu, S.H., M.H., Praktisi Hukum:

Menegaskan akan terus mengawal proses hukum. “Kami berharap aparat penegak hukum menunjukkan profesionalisme, objektivitas, dan integritas sehingga keluarga korban mendapat kepastian hukum.”

Penutup Aksi

Kegiatan ditutup dengan doa bersama. Cahaya lilin yang memenuhi Bundaran SIB menjadi simbol bahwa harapan akan keadilan tidak boleh padam.

 

Di akhir, Nico mengklarifikasi: “Perjuangan masyarakat bukan untuk mengintervensi hukum. Kami mendorong agar penegakan hukum berlangsung transparan dan memberikan kepastian kepada keluarga korban.”

 

Aksi ini menjadi kelanjutan dari aksi damai sebelumnya di Polres Nias pada 23 Juni 2026, yang juga menuntut tuntasnya kasus Agnis Jance Zebua dan Jufri Perobahan Buaya.

 

Editor: Pimpinan Redaksi

 

#Aksi1000Lilin #JusticeForJance #AgnisJanceZebua #NicoSeptian #BundaranSIB #GMNIMedan #Polri #KeadilanNias

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *