Rantauprapat, Radarkriminaltv.com – Sejumlah pipa nampak berjejer di sepanjang pinggir jalan Merbau Rantauprapat dan adanya alat berat yang menggali dan memasang pipa, sehingga jalan hanya di pakai satu arah / jalur mengakibatkan kemacetan, ketika hal ini di konfirmasi kepada pekerja nampak bungkam dan menghindar, kejadian Rabu 13 Mei 2026.
Setelah di telusuri maka di ketahui proyek pemasangan pipa untuk saluran Gas itu proyek nasional dari Kementerian ESDM dari Belawan sampai Ke Dumai dan pengerjaan Merbau Dumai Oleh KSO PT. Rabana Api Raya melihat pengerjaan yang akan menimbulkan masalah sosial dampak dari penanaman pipa pipa ini, kita mengkonfirmasi Humas PT. Rabana Api Raya Bapak Ananta melalui telepon selulernya dengan berbagai pertanyaan melalui pesan watshap, tiba – tiba masuk telepon yang mengaku bermarga Siregar mempertanyakan dari mana dapat nomor Bapak Ananta dan meminta jangan lagi menghubungi nomor tersebut tapi menghubungi Pengawas yang berkompeten dan akan mengirimkannya, tapi di tunggu sampai berita ini di muat redaksi, nomor tersebut tak mengangkat telepon dan menjawab Watshap, dan nomor yang berkopeten tidak kunjung di kirim.
Pembangunan pipa tersebut banyak ke janggalan atau memang salah lokasi, mengapa memakai memanfaatkan bahu jalan dan bagaimana efeknya nanti terhadap pipa atau kabel yang tertanam sebelumnya dan di ragukan proyek ini bakal proyek mangkrak karena akan bersinggungan dengan lahan masyarakat, semestinya dan sewajarnya melalui proyek ini melalui jalur pinggiran jalan Rel Kreta Api lebih pendek, lurus dan tidak berdampak ke bangunan masyarakat, namun informasi terkait pembangunan ini tertutup, plank Proyekpun tak di temukan baik di tempat bangunan atau gudang material di dekat simpang Marbau atau depan kuburan China Pinang Lombang, yang menjelaskan pekerjaannya dan tidak termonitor pengumuman di publik terkait gangguan lalu lintas dan penanggung jawab pekerjaan proyek.
Berita ini juga telah di sampaikan kepada Ananta yang disebut Humas dan telah di kepada konfirmasi Kapolres Labuhanbatu mempertanyakan pemberitahuan di mulai pengerjaan proyek dan permohonan pengaturan lalu lintas, untuk kelancaran pengguna jalan.
Ananta sang Humas yang menyuruh orang lain menghubungi wartawan yang seakan mengintimidasi layak di pertanyakan kapasitas dan ilmu hubungan ke masyarakatannya sebagai Humas PT. Rabana Api Raya.
(TIM/Hh)













