David Snacks Desak Trump Keluar Dari Perang Demi Kepentingan Dunia

WASHINGTON DC, Radarkriminaltv.com – Penasihat kecerdasan buatan dan kripto Gedung Putih, David Sacks, mendesak Amerika Serikat segera keluar dari perang melawan Iran dan menyatakan kemenangan sebelum konflik semakin meluas. Ia memperingatkan bahwa eskalasi lanjutan dapat menimbulkan konsekuensi “katastrofik” bagi kawasan Timur Tengah dan mengguncang pasar energi global Selasa, (17/03/2026).

 

Menurut Sacks, Iran dapat menghancurkan ekonomi negara-negara Teluk dan memicu krisis kemanusiaan besar.

 

 

Desak AS “nyatakan kemenangan lalu keluar” Dalam episode podcast All-In yang dirilis Jumat (13/3/2026), Sacks mengatakan bahwa kemampuan militer Iran telah sangat melemah akibat serangan Amerika Serikat dan Israel.

 

“Kami telah sangat melemahkan kemampuan Iran,” kata Sacks. Karena itu, menurutnya, AS sudah saatnya mundur dari perang tersebut dan segera menyatakan kemenangan.

 

 

“Ini saat yang tepat untuk menyatakan kemenangan dan keluar.” Ia juga menilai pasar keuangan kemungkinan akan menyambut baik langkah tersebut.

“Saya setuju bahwa kita harus mencoba menemukan jalan keluar,” ujarnya.

 

“Jika eskalasi tidak mengarah pada sesuatu yang baik, maka Anda harus memikirkan bagaimana cara melakukan de-eskalasi.”

 

Sacks mengungkapkan kekhawatiran bahwa sebagian pihak di Washington, termasuk di dalam Partai Republik, mendorong eskalasi lebih jauh terhadap Iran, termasuk kemungkinan pengerahan pasukan darat dan upaya perubahan rezim.

 

Ia memperingatkan bahwa pendekatan tersebut dapat memicu siklus balasan serangan yang menargetkan infrastruktur minyak dan gas di kawasan Teluk.

 

Jika konflik terus meningkat, kata Sacks, Iran dapat menyerang fasilitas desalinasi yang memasok sebagian besar air minum di Semenanjung Arab. “Jika Anda melihat jenis kehancuran seperti itu terus berlanjut, Anda benar-benar bisa membuat kawasan Teluk hampir tidak layak dihuni,” jelasnya.

 

 

“Anda tidak akan memiliki cukup air untuk 100 juta orang, dan manusia tidak dapat bertahan lama tanpa air. Itu akan menjadi skenario yang benar-benar katastrofik, menghancurkan negara-negara Teluk secara ekonomi sekaligus dari perspektif kemanusiaan.” Ia menambahkan, Iran pada dasarnya memiliki apa yang ia sebut sebagai “dead man’s switch atas nasib ekonomi negara-negara Teluk,” yang dapat mengguncang pasar energi dan perekonomian kawasan.

 

Sacks juga menilai konflik yang berkepanjangan dapat menimbulkan risiko serius bagi Israel. Menurutnya, Israel telah mengalami serangan keras dari Iran, dan jika perang berlangsung berminggu-minggu atau berbulan-bulan, “Israel atau sebagian besar wilayahnya bisa saja hancur.”

 

Ia memperingatkan bahwa jika Israel menghadapi ancaman besar, hal itu dapat mendorong eskalasi lebih lanjut, bahkan hingga kemungkinan penggunaan senjata nuklir.

 

 

“Ada banyak skenario yang sangat menakutkan tentang ke mana eskalasi ini bisa mengarah,” kata Sacks.

 

 

Komentar Sacks muncul menjelang pengumuman Presiden AS Donald Trump tentang serangan besar terhadap Pulau Kharg, salah satu terminal ekspor minyak terpenting Iran. Trump menyatakan, pasukan AS telah “menghancurkan” target militer di pulau tersebut, yang menangani sekitar 90 persen ekspor minyak mentah Iran.

 

 

Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran sendiri dimulai pada 28 Februari ketika Washington dan Tel Aviv meluncurkan serangan terkoordinasi terhadap Iran. Iran dan sekutunya, Hizbullah di Lebanon, kemudian membalas dengan serangan rudal dan drone ke Israel dan berbagai target di kawasan.

 

Duta Besar Iran untuk PBB menyatakan, lebih dari 1.300 orang tewas di Iran sejak konflik dimulai. Otoritas Israel melaporkan 12 orang tewas akibat serangan terkait Iran di negara itu, sementara militer AS menyebut tujuh prajurit Amerika tewas dalam pertempuran. Di tengah meningkatnya harga minyak dan kekhawatiran pasar, sejumlah penasihat ekonomi juga memperingatkan bahwa lonjakan harga bensin dapat dengan cepat menggerus dukungan publik di dalam negeri terhadap perang.

Meski demikian, pejabat keamanan senior Iran, Ali Larijani, menyatakan bahwa Teheran telah bersiap menghadapi perang panjang jika diperlukan.

 

Solon Sihombing sebagai praktisi media / hub Internasional menyampaikan sangat merespon positif saran penasehat David Snacks agar Donal Trump segera keluar dari perang melawan Iran dan menyatakan kemenangan sebelum konflik semakin meluas.

 

“Dalam dalam podcastnya David Snacks menyampaikan sebaiknya presiden Trump agar segera mundur dan menyatakan kemenangan bagi Amerika juga saran dari partai Donald Trump agar segera menarik diri karena menurut hemat saya juga sebagai pengamat bahwasanya kerusakan teluk akibat Perang ini dapat menjadi kerusakan dan mengganggu geopolitik dunia juga terganggu ekonomi terganggu bukan hanya pihak pikiran saja dan sekutu-sekutunya tapi juga seluruh masyarakat dunia sebaiknya Saran saya baik secara pribadi dan sebagai pengamat partisi media yang mengikuti perang dan pernah memprediksi sejak tahun 1999 bahwasanya akan terjadi seperti ini kita melihat apalagi dalam suasana bulan suci Ramadan dan juga perayaan Nyepi dan juga perayaan Paskah bagi umat Nasrani harapan saya kembalilah ke meja perundingan jika pun Iran ataupun Amerika masih bersekutu khususnya Donald Trump semuanya dapat terjembatani baik melalui PBB dan organisasi-organisasi dunia lainnya Yang konsen terhadap perdamaian dunia harapan dan pesan saya,” tegas Solon. (Tim/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *