LABUHANBATU, Radarkriminaltv.com – Upaya memerangi narkoba tidak selalu harus dimulai dari penindakan keras. Di Bilah Hilir, langkah itu justru tumbuh dari keteladanan dan kepedulian yang dimulai langsung dari lingkungan kepolisian. Hal tersebut ditunjukkan oleh AKP Armen Faisal, Kapolsek Bilah Hilir, melalui program produktif berbasis rumah tangga sebagai strategi pencegahan narkoba yang humanis dan berkelanjutan. Kamis, 26/02/2026
Program ini diawali dari Rumah dinas Beliau, di mana Kapolsek membuat beberapa akuarium berisi ikan mas koki. Air kotor dari akuarium tersebut dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk tanaman sayuran yang ditanam pada pot yang berada di bawah akuarium. Selain itu lahan kosong di area Polsek Bilah Hilir juga dimanfaatkan untuk menanam berbagai jenis sayuran seperti bayam, kangkung, serta tanaman serai.
Langkah ini bukan sekadar aktivitas bercocok tanam, melainkan pesan kuat bahwa pencegahan narkoba harus dimulai dari kesibukan yang positif dan produktif, khususnya bagi kalangan pemuda.hal tersebut sejalan dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, khususnya Pasal 13, yang menegaskan bahwa tugas pokok Polri adalah:
-memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat,
-menegakkan hukum, serta
-memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat.
“Dalam pemberantasan narkoba, kami ingin semua bersinegritas membangun aura positif .Jadi mari kita memulai dari pekarangan rumah membangun mental,kita jangan kucilkan apakah itu pelaku narkoba atau korban narkoba yang pastikan kita selamatkan saudara-saudara kita itu,” ujar AKP Armen Faisal.
Ke depan, Kapolsek berkomitmen untuk mengajak pemerintah desa di seluruh wilayah hukum Bilah Hilir agar program ini dapat diterapkan secara luas. Ia menargetkan setiap desa memiliki minimal 10 rumah tangga yang menjalankan program serupa, sehingga tercipta gerakan bersama yang kuat dan berkesinambungan.
Menurutnya, jika sinergi antara Polsek, pemerintah desa, orang tua, dan pemuda dapat terbangun dengan baik, maka upaya pencegahan narkoba tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi menjadi kesadaran kolektif masyarakat.
“Jika setiap desa bergerak, setiap rumah tangga produktif, maka kita sedang membangun benteng sosial yang kuat terhadap narkoba,” tambahnya.
Program ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi keluarga, tetapi juga menjadi sarana edukasi, pembinaan karakter, serta ruang aktivitas sehat bagi generasi muda.
Melalui langkah nyata yang dimulai dari rumah dinas hingga menyasar desa-desa, Polsek Bilah Hilir menunjukkan wajah Polri yang humanis dan solutif—hadir bukan hanya untuk menindak, tetapi untuk membina, mengajak, dan menanam harapan demi masa depan pemuda yang lebih baik dan bebas dari narkoba. (Tim/Red)













