Imlek BTNI 2026 Dihadiri Tokoh Nasional, Tegaskan Kebhinekaan dan Harmoni di Tengah Momentum Ramadhan

Jakarta, Radarkriminaltv.com — Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili yang diselenggarakan Bhineka Tionghoa Nationalis Indonesia (BTNI) pada 2026 berlangsung meriah dan sarat pesan kebangsaan. Acara yang digelar untuk kedua kalinya ini dihadiri tokoh nasional, purnawirawan jenderal, seniman, budayawan, pengusaha, serta masyarakat Tionghoa dari berbagai daerah.

 

Kegiatan berlangsung di Golden Sense International Restaurant, kawasan Mangga Dua, Jakarta, dengan nuansa dominan warna merah—melambangkan Shio Kuda Api 2026, simbol energi, keberanian, dan laju kemajuan.

 

Hadir dalam acara tersebut tokoh pendiri BTNI Eros Djarot, yang dikenal luas sebagai seniman dan budayawan nasional. Turut pula Boy Rafli Amar, Dharma Pongrekun, serta sejumlah figur nasional dan pengusaha, antara lain Anthony Putiray, Inge Fang, dan Andry Gunawan.

 

Pesan Kebangsaan dan Toleransi

Dalam sambutannya sebagai Ketua Dewan Penasihat BTNI, Boy Rafli Amar menekankan pentingnya solidaritas, harmoni, dan toleransi antarumat beragama. Ia secara khusus menyoroti momentum unik tahun ini, di mana perayaan Imlek berdekatan dengan bulan suci Ramadhan.

“Ini adalah simbol kuat persaudaraan dan toleransi. Imlek dan Ramadhan hadir beriringan di bulan-bulan penuh berkah. Indonesia harus terus dirawat dengan semangat harmoni,” ujarnya.

 

Sementara itu, Ketua Umum BTNI Bapak Lokes menegaskan bahwa Shio Kuda Api harus dimaknai sebagai ajakan untuk menjaga semangat persatuan dan kesatuan, baik di internal BTNI maupun dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

 

“Kuda Api melambangkan kecepatan dan kekuatan. Kita berharap Indonesia terus melaju kencang, namun tetap berpijak pada persatuan dan kebhinekaan,” tegasnya.

 

Simbol Nasionalisme Tionghoa Indonesia

Perayaan Imlek BTNI tidak hanya menjadi agenda budaya, tetapi juga forum strategis kebangsaan yang menegaskan posisi masyarakat Tionghoa sebagai bagian utuh dari bangsa Indonesia. Nuansa nasionalisme terasa kuat melalui pesan-pesan kebhinekaan yang disampaikan para tokoh lintas latar belakang.

 

Praktisi media Solon Sihombing yang turut hadir mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas penyelenggaraan acara tersebut.

 

“Ini bukan sekadar perayaan Imlek, tetapi panggung kebangsaan yang menunjukkan Indonesia sebagai rumah bersama. Saya bersyukur bisa hadir dan menyaksikan langsung semangat persatuan itu,” ujarnya.

 

Penutup

Perayaan Imlek BTNI 2026 menegaskan bahwa kebhinekaan bukan sekadar slogan, melainkan praktik nyata yang terus dirawat melalui dialog budaya, solidaritas sosial, dan semangat nasionalisme inklusif. Di tengah dinamika global dan tantangan geopolitik, pesan yang disuarakan malam itu jelas: Indonesia kuat karena keberagamannya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *